5 Tipe Foto Profil Facebook

3 April 2012 Tinggalkan komentar

Jejaring sosial telah memasuki kehidupan sosial kita begitu dalam. Jika dulu kita hanya bisa bergaul di dunia nyata, sekarang tidak lagi. Interaksi antarteman dapat dilakukan hanya dengan menekan tuts keyboard di perangkat komputer.

Facebook adalah jejaring sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia. Dari seluruh pemakai Facebook, puluhan juta berasal dari Indonesia. Bahkan Jakarta jadi salah satu kota berpenduduk Facebook terpadat di dunia.

Salah satu fitur Facebook yang berguna untuk menampakkan wajah kita adalah foto profil (profile picture).

Berikut ini tipe foto profil Facebook yang umum digunakan pengguna Facebook tanah air.

1. Foto 45 derajat

Pertama, pose yang paling umum digunakan, pose 45 derajat. Foto wajah kamu dari angle yang lebih tinggi dari posisi kepala kamu, dan dengan sudut kemiringan 45 derajat. Usahakan kepala tetap tegak, mata melirik ke arah kamera, dan jika dirasa kurang, manyunkan sedikit bibir kamu ke depan, lalu gembungkan.

Mungkin mereka yang memilih untuk memasang foto profil seperti ini merasa bahwa muka dan penampilan mereka akan terlihat lebih baik jika difoto dari atas.

Entah dari mana teori itu berasal, tapi dalam sekejap foto seperti ini mendapat begitu banyak respon positif. Seakan menjadi pose baku, mereka yang ingin terlihat lebih baik dari wajah aslinya memasang foto profil seperti ini.

2) Foto di kaca kamar mandi

Foto ini seringkali dilakukan oleh wanita. Terkadang tak dilakukan sendiri, melainkan bersama beberapa teman dekat (bayangkan foto profilmu diisi lima orang sekaligus).

Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab mengapa mereka suka memasang foto seperti ini. Pertama, karena wajah mereka terlihat lebih cantik di cermin. Ada loh, beberapa orang yang beranggapan kalau wajahnya terlihat lebih cantik/tampan di cermin.

Kedua, mereka beranggapan berfoto di depan kaca lebar yang terletak di sebuah kamar mandi akan menambah daya tarik. Memang sih, kadang kala pencahayaan, tata letak, dan desain kamar mandi di gedung-gedung berkelas mendukung.

Tapi, bagi saya sih, kamar mandi – atau – toilet, ya tetap toilet.

Mungkin harus ada komunitas yang menampung hobi semacam ini. Toiletgrafi?

3) Foto anak, sendirian

Bagi pasangan yang baru saja memiliki anak, tentu merasakan kebahagian yang luar biasa. Kadang kebahagiaan yang meluap itu ditunjukkan dengan mengunggah foto sang anak ke jejaring sosial. Anehnya, banyak dari mereka yang menggunakan foto anaknya sebagai foto profil.

Kenapa aneh? Karena, bagaimanapun juga Facebook itu adalah milik pribadi. Dalam dunia nyata, foto profil identik dengan wajah. Menggantinya dengan foto anak, berarti menggantikan wajah kamu dengan wajah si anak.

Lebih baik mulailah buat akun khusus bagi si buah hati. Isi dengan foto hari-hari ia tumbuh besar, foto saat dia belajar berjalan, memegang sendok, hingga belajar naik sepeda.

4) Foto masa kecil

Terjebak masa lalu. Mungkin kata-kata inilah yang paling pas mendeskripsikan mereka yang masih menggunakan foto masa kecilnya sebagai foto profil. Entah apa yang ada di pikiran mereka saat memutuskan lebih baik memasang foto masa-masa gigi sedang ompong.

Temanmu tidak ingin tahu bagaimana rupa kamu waktu kamu berusia tujuh tahun. Okelah, mungkin beberapa temanmu memberikan komentar positif saat kamu mengganti foto profil seperti, “Wah, kamu dulu lucu yah.” atau, “Imut bangeeet”.

Tapi percayalah, mereka mengkomentari kamu yang dulu, bukan sekarang.

Jadi apa esensi dari menggunakan foto masa kecil di foto profil kamu?

5) Foto Produk

Pernah melihat foto profil temanmu berubah jadi sebuah tas? Atau celana? Atau, kalung? Jangan kaget, akun dia tidak dibajak orang lain. Temanmu, hanya berubah menjadi sebuah toko online.

Ini adalah salah satu cermin fenomena menarik yang terjadi di Facebook (khususnya Indonesia): penggunaan akun pribadi sebagai sarana berjualan. Padahal, Facebook sudah menyediakan Fan Page untuk brand dan akun lain untuk keperluan komersial.

Tapi tampaknya daripada repot mengurusi Fan Page, mereka lebih memilih menggunakan akun pribadi untuk berjualan. Kalau sudah begini, apa yang kamu lakukan?

Saya sih, tidak berteman dengan toko online.

Nah, bagaimana dengan foto profil Facebook kamu? Masuk tipe yang mana, nih?😀

Oleh: Gelar Pradipta Utama

sumber : Yahoo.com

Biasa Itu NGGA Keren!

2 Agustus 2011 Tinggalkan komentar

Satu kalimat yang pernah diucapkan My Dad ke saya, “Di Indonesia, kalau kamu bekerja sedikiiiit aja lebih keras (dari apa yang biasanya kamu lakukan), kamu akan jauhhhhhh di atas rata-rata.”

Saya sempat ngga ngerti ketika pertama kali dengar pesan itu. Tapi setelah saya sudah bekerja beberapa tahun, saya baru ngerti apa maksudnya.

Gamblangnya: Orang Indonesia itu malas-malas!

Mungkin banyak dari Agan yang ngga setuju. Kalau dari sudut pandang saya, saya sangat setuju dengan pesan itu. Karena saya sudah coba buktikan; saya coba untuk selalu bekerja semaksimal mungkin. Mencoba menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari pengharapan Atasan, mencoba menyelesaikan pekerjaan tanpa kesalahan (salah ketik, salah ngitung, dsb), dan mencoba membuat laporan serapih dan sejelas mungkin. Saya lakukan ini bertahun-tahun, dan di perusahaan tempat saya bekerja pertama kali, sayalah yang selalu dipilih untuk dipromosikan ke jabatan-jabatan yang lebih tinggi.

Masuk di Nike sebagai Assistat Product Line Manager untuk Footwear, 1 tahun kemudian menjadi Product Line Manager untuk Footwear, 6 bulan kemudian jadi Product Line Manager untuk Footwear-Apparel-Accessories-Equipment. 1 tahun kemudian dipercaya membawa Umbro ke Indonesia serta menciptakan merek League dari nol. 1 tahun kemudian, dipromosikan menjadi Sales & Marketing Manager untuk merek-merek tersebut. Kemudian saya ‘loncat’ ke Oakley untuk menjadi GM, ketika umur 26 tahun. Jadi, ketika itu, saya baru berkarir selama 4.5tahun…

Itu perjalanan karir saya secara singkat. Tidak ada maksud untuk menyombongkan, saya hanya mau tekankan bahwa pesan yang disampaikan My Dad itu benar.

Sesungguhnya, itu adalah fakta yang menyedihkan. Betapa tidak? Kan artinya ya itu tadi: Orang Indonesia itu malas-malas.

Makanya, menurut saya, biasa itu ngga keren. Cobalah untuk menjadi yang luar biasa. Kalau mau jadi social-entrepreneur, jadilah social-entrepreneur yang berhasil, jadi bisa membantu banyak orang. Kalau mau jadi entrepreneur, jadilah yang berhasil, supaya kalau udah kaya raya, bisa bantu banyak orang lain yang membutuhkan. Kalau jadi guru/dosen, jadilah guru/dosen yang berhasil mendidik dan ‘menciptakan’ orang-orang besar untuk Bangsa ini…dan seterusnya.

Berusahalah sedikit lebih keras (lagi) untuk setiap pekerjaan yang Agan lakukan secara konsisten… dan lihat sendiri deh nanti hasilnya.

Biasa itu NGGA Keren!

See you ON TOP!

Billy Boen
CEO, PT Jakarta International Management
President Director, Rolling Stone Cafe Jakarta

 

 

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9940715

Apakah Pengalaman Bisa Dibeli?

2 Agustus 2011 Tinggalkan komentar

ya, apakah pengalaman bisa dibeli? Tidak, jika kita membelinya dengan uang. Karena, money can’t buy everything. Tetapi, apakah pengalaman memang bisa dibeli? Bisa, jika kita membelinya dengan alat pembayaran yang tepat. Jika bukan dengan uang, dengan apa membayarnya? Alat pembayaran itu bernama;’melakukan’ alias ‘mengajalaninya’ sendiri. Jika anda pernah melakukan sesuatu, maka anda bisa memiliki pengalaman itu. Jika anda menjalani suatu peristiwa, maka anda menjadi berpengalaman dengan peristiwa itu.

sesederhana itu. Sekalipun sederhana, tidak mudah untuk membangun pengalaman yang bernilai tinggi. Karena pengalaman yang buruk, berbeda dengan pengalaman yang baik. Dua orang yang sama-sama telah menjalani sesuatu selama 10 tahun belum tentu memiliki keterampilan yang sama baiknya, misalnya. Apa yang membedakan keduanya?
Dalam sebuah film documenter, sekelompok gajah menjelajah padang tandus afrika ditengah terik matahari musim kemarau yang panjang. Mereka berpindah dari satu kolam kering ke kolam berikutnya yang masih menyisakan genangan air. Suatu hari, pemimpin mereka menghilang secara misterius, sehingga seluruh keluarga kebingungan. Pada situasi sulit itu, tampillah gajah lainnya yang mengambil tanggungjawab kepemimpinan. Waktu tempuh menuju sumber air itu pun menjadi semakin panjang berkali-kali lipat. Meskipun gajah pengganti itu sama besarnya, namun pengalamannya tidak sebanding dengan gajah pemimpin mereka. Sama persis seperti kehidupan karir kita. Nama besar kita tidak berbanding lurus dengan ukuran badan, atau lamanya kita berada pada situasi tertentu; melainkan dengan besarnya pengalaman kita
.

saya ajak untuk memulainya dengan memahami dan melakukan 5 prinsip natural intelligence berikut ini:

1. Textbook hanya bisa memuaskan lapar intelektual.

ketika sang pemimpin menghilang begitu saja, semua gajah menjadi kebingungan. Mereka terdiam tanpa tahu kemana arah yang harus mereka ambil untuk menuju oasis baru. Bertanya? Kepada siapa? Membaca? Atas buku apa? Manusia beruntung karena bisa bertanya. Manusia juga beruntung karena bisa membaca buku. Namun dibalik keuntungan itu, manusia menghadapi resiko besar. Jika bertanya, belum tentu orang yang ditanya tahu jawabannya. Dan jika membaca textbook, belum tentu textbook itu sejalan dengan realitas hidup. Lewat textbook kita hanya bisa memuaskan lapar intelektual. Namun kita tidak bisa merasakannya dengan hati, kulit, tangan, kaki, keringat, atau air mata. Padahal pengalaman adalah tentang sensasi yang pernah dirasakan oleh sekujur tubuh kita. Jadi, bacalah textbook. Tetapi jangan terlalu cepat puas dengan isinya

2.pengalaman tidak bisa didelegasikan.
banyak orang yang terlalu sering mendelegasikan hal-hal penting kepada orang lain. Lebih parahnya lagi, banyak anak buah yang ‘mendelegasi’ tugas-tugas penting kepada atasannya. Lho, kok bisa? Ya bisa. Jika ada tugas penting, mereka tidak mengambil tanggungjawab. Nanti saja kalau sudah ada atasan; ‘itu bukan tanggungjawab saya’. Atau, ‘gaji saya tidak termasuk mengerjakan tugas itu’. Kalau ada penugasan penting, sebisa mungkin menghindar saja. Biarkah teman lain yang menanganinya. Padahal, ada aspek-aspek kritis dalam jabatan dan posisi kita yang harus kita ambil peluangnya untuk menjadi pengalaman berharga. Sekalipun ada banyak orang dalam satu level jabatan, tetapi kita selalu bisa menemukan salah satu dari mereka yang mengungguli kolega lainnya. Keunggulan itu pasti tidak didapatkannya dengan mendelegasikan kepada orang lain, melainkan dari ‘mengalaminya’ sendiri. Jadi pupuklah pengalaman sebanyak dan sebaik mungkin. Karena pengalaman tidak bisa didelegasikan.
3. Bayarlah harganya secara penuh.

anda tidak bisa membeli setengah perangkat pesawat televisi, misalnya. Atau setengah tube pasta gigi. Anda harus membeli ‘1 unit’ dengan harga penuh. Anda yang hanya mau membeli setengahnya jangan harap bisa mendapatkannya. ‘take it all, or leave it alone’. Untuk membeli sebuah pengalaman tidak mesti begitu. Kita boleh membeli ‘sebagiannya’ atau ‘seutuhnya’. Terserah anda. Jika anda hanya ingin ‘seperempatnya’ saja juga boleh. Anda bisa mendapatkannya hanya dengan ‘titel jabatan anda’ tanpa melakukan hal-hal bermakna selama menduduki jabatan itu. Makanya ada orang-orang yang sudah bertahun-tahun menduduki jabatan penting tertentu tetapi kualitas dirinya tidak mencerminkan tingginya jabatan yang disandangnya. Atau, anda bisa membelinya secara penuh. Caranya? Manfaatkanlah jabatan atau posisi apapun anda saat ini untuk melakukan tindakan-tindakan yang bernilai tinggi. Baguskan prestasi anda. Sempurnakan kualiatas kerja anda. Maka anda akan mendapatkan pengalaman itu seutuhnya. Karena hanya dengan semua hal itu anda bisa membayar harganya secara penuh..
4. Pengalaman berharga seringkali ada di tempat lain.

coba perhatikan betapa banyak orang yang hanya melakukan pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun. Bahkan ada yang hingga belasan atau puluhan tahun. Salahkah itu? Tidak salah jika memang ingin membangun keahlian dibidang itu saja sampai masa pensiun tiba. Tetapi jika ada perasaan bosan, atau menginginkan hal lain padahal masih ngendon saja diposisi yang sama; pasti ada yang salah. “masalahnya saya tidak diberi kesempatan untuk pindah departemen,” ini adalah alasan klise yang sering kita dengar. Itukah yang menghalangi kita dari pengalaman berharga untuk meningkatkan kapasitas diri kita? Tidak. Sejauh yang saya tahu, jika kita bersedia bekerja extra, memberi lebih banyak waktu, bekerjasama dengan orang lain, membuka diri dengan penugasan dan pekerjaan baru, mengulurkan tangan untuk menawarkan bantuan; maka kita punya kesempatan yang sama untuk ‘membeli’ pengalaman itu. Dengan cara itu, kita bisa belajar dan mengembangkan diri lebih cepat dan lebih luas dibandingkan kolega-kolega kita yang lainnya..

5. Nikmati saat menjalani keadaan yang paling menyulitkan.

tidak disangka-sangka, pemimpin gajah itu datang lagi. Setelah semua kesulitan yang dialami oleh semua anggota kelompok, dia datang sama misteriusnya dengan ketika dia menghilang. Semua anggota kelompok sekarang kembali bersuka cita. Tetapi, pemimpin gajah itulah yang paling bahagia. Karena sekarang dia memiliki calon pengganti yang bisa diandalkannya jika suatu saat nanti dia harus benar-benar ‘pergi’. Tidak disangka, seekor gajah pun memahami makna suksesi. Dia tahu jika pemimpin pengganti haruslah gajah yang kemampuan memimpinnya sudah teruji. Saat dia tahu kebanyakan gajah sering bersembunyi dibalik ketiak pemimpinnya, dia pergi sebelum sampai di oasis yang baru. Dengan cara itulah calon pemimpin berikutnya menunjukkan kemampuannya dihadapan para gajah lain yang hanya cocok untuk menjadi pengikut saja. Dalam karir, mungkin anda menghadapi masa-masa sulit. Bahkan atasan anda membiarkan kesulitan itu melumatkan sekujur tubuh dan meremukkan tulang belulang anda. Janganlah menyalahkan atasan anda. Karena boleh jadi, sesungguhnya anda sedang diawasi oleh mata yang tidak terlihat. .
apakah anda berhasil melewati kesulitan itu, atau tidak.
Kita sering keliru mengukur pengalaman dengan ‘berapa lama’ waktu yang dihabiskan untuk menangani suatu jabatan tertentu. Padahal, waktu sama sekali tidak berbicara lain selain seberapa banyak kesempatan yang kita sia-siakan, ‘atau’ seberapa banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup yang kita hadapi. Hanya mereka yang mau bertindak dan menjalani setiap detik dengan baik sajalah yang mampu menguasai keterampilan dan pengalaman baru dalam waktu singkat. Jadi jika sekarang anda sedang manghadapi keperjaan yang sulit atau penugasan yang rumit, atau tantangan yang berat; nikmati saja. Boleh jadi sekarang kita sedang berada di ‘bursa pengalaman’, dan kita bisa membelinya
dengan mengerahkan segenap kemampuan yang kita miliki.
Kategori:Inspirasi, Motivasi

Kisah Lucu Penuh Motivasi

28 Juli 2011 Tinggalkan komentar

1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain,” sahut anaknya.

Quote:

Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.

2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat. Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.”

Quote:

Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.

3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!” Sedangkan guru dari Barat akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!”

Quote:

Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!” Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.” Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya , saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”

Quote:

Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang. Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!” Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”

Quote:

Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis! Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.

6. Si A : “Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya.” Si B : “Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?” Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya.”

Quote:

Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.

7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang. Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!” Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

Quote:

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.

8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?” Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!” “Siapa yang menemukan listrik?” “Edison.” “Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”

Quote:

Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.

9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan. Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.” Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan?” Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.”

Quote:

Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.

10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya. Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, “plak” gembok besar itu sudah terbuka.

Quote:

Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

 

sumber : adipedia.com

Kategori:Motivasi

10 Tanda Kamu Tidak Mencintai dan Menghargai Dirimu Sendiri

18 Juli 2011 Tinggalkan komentar

Quote:
Quote:
Banyak orang mempercayai bahwa mencintai diri sendiri adalah tindakan yang egois dan terlalu narsis. Faktanya adalah mencintai dirimu sendiri sama sekali bukanlah suatu tindakan yang egois. Jika kamu tidak menghargai diri sendiri bagaimana kamu bisa menghargai orang lain? Kamu mencintai orang tuamu, kekasihmu, dan teman-temanmu tetapi seberapa besar kamu mencintai dirimu sendiri? Kamu harus tahu bahwa mencintai dirimu sendiri akan memberimu suatu pemahaman bagaimana mencintai orang lain secara tulus. Kamu tentu bisa memahami kekurangan orang lain jika kamu bisa memahami kekuranganmu sendiri, kan? Berikut ini adalah 10 tanda kamu tidak mencintai dirimu sendiri:
Quote:
1. Membiarkan orang lain memanfaatkanmu

Sadar atau tidak sadar, kebanyakan orang yang bersosialisasi dengan dirimu akan selalu menguji batas dirimu. Ketika kamu tidak memiliki batas yang jelas, mana yang bisa kamu terima dan mana yang tidak, memungkinkan orang lain memanfaatkanmu dengan menguras energi dan bisa jadi, kekayaanmu juga. Semakin sering kamu membiarkan itu terjadi, semakin parah kamu akan dimanfaatkan oleh orang lain. Bersikap tegaslah demi kebaikanmu sendiri.

Quote:
2. Memberi lebih banyak daripada menerima

Kecuali kamu bekerja sosial atau bekerja di lembaga amal, terlalu banyak memberi dan menerima lebih sedikit dari yang sebenarnya pantas kamu dapatkan menandakan bahwa kamu kurang memiliki penghargaan terhadap diri sendiri. Keadaan ini sering terjadi ketika kamu ingin disukai dan diterima oleh orang lain sehingga kamu akan terus menerus memberi dengan harapan mendapatkan banyak pujian dan orang lain akan tertarik padamu. Lain halnya di dunia kerja, jika ini terjadi, maka itu berarti perusahaan tidak bisa menghargai dirimu.

Quote:
3. Tidak memikirkan diri sendiri


Tidak memikirkan diri sendiri tampaknya adalah sikap yang tidak egois, lalu mengapa tidak memikirkan diri sendiri termasuk dalam daftar ini? Simpel saja, jika kamu sakit apakah kamu bisa membantu orang lain? Jika kamu tidak merawat dirimu sendiri apakah kamu bisa merawat orang lain dengan efektif? Ambillah contoh ketika kamu naik pesawat terbang, pramugari akan mengajarkan bahwa penumpang harus memakaikan masker oksigen pada dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memakaikan masker oksigen pada anaknya. Help yourself to help others.

Quote:
4. Tidak memiliki rencana untuk masa depan

Ini benar-benar menyedihkan jika terjadi. Kamu bingung tentang masa depanmu dan hidupmu dipenuhi oleh kata-kata ”aku tidak tahu”. Ketika ada orang bertanya, Apa cita-citamu? Apa keinginan terbesarmu di masa depan? Kamu ingin bekerja di bidang apa? Jawabanmu adalah ”aku tidak tahu”. Pertama kamu harus mulai mengenal jati dirimu dengan baik, lalu kemudian bermimpi, berencana, bertindak, dan merayakan hasilnya.

Quote:
5. Tidak menjelaskan terhadap orang lain tentang apa yang kamu inginkan dan butuhkan


Selain sering berkata ”aku tidak tahu” orang yang memiliki tanda ini juga sering berkata ”terserah kamu”. Mungkin kamu berpikir tidak ingin merepotkan orang lain atau tidak ingin menyakiti perasaan orang lain. Namun jika terus menerus kamu memendam keinginanmu, akan timbul rasa frustasi dan kesal dalam dirimu dan miskomunikasi dengan orang lain.

Quote:
6. Membatasi dirimu


Membatasi disini maksudnya adalah kamu menghalangi dirimu sendiri untuk berkembang. Kamu sudah menilai dirimu tidak bisa melakukan suatu pekerjaan padahal kamu belum pernah benar-benar melakukannya atau kamu merasa kamu tidak pantas mendapatkan orang yang kamu cintai. Pemikiran seperti ini tidak akan membuatmu menjadi manusia yang lebih baik karena kamu tetap hidup dalam zona nyamanmu.

Quote:
7. Menerima pengaruh yang buruk dari lingkunganmu

Lingkungan biasanya memiliki pengaruh yang besar pada perkembangan diri seseorang. Tetapi manusia yang bisa berpikir secara dewasa bisa membedakan mana pengaruh yang baik dan mana yang buruk. Menerima pengaruh yang buruk sama saja seperti tidak mencintai diri sendiri karena kamu melakukan suatu hal yang akan merugikan dirimu sendiri di masa mendatang.

Quote:
8. Membiarkan orang lain mengatur hidupmu

Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang merdeka. Mereka memiliki tubuh, jiwa, dan pikiran masing-masing. Sayangnya, banyak manusia hidup menjadi boneka yang dikendalikan oleh orang lain. Mereka selalu melakukan apa pun yang diperintahkan orang lain, baik atau buruk. Biasanya si pengatur adalah orang yang memiliki kedudukan tinggi atau bisa jadi, orang yang mereka cintai. Dasarnya adalah rasa takut. Takut kehilangan kedudukan atau orang yang mereka cintai. Jika kamu termasuk orang seperti ini, ketahuilah bahwa kamu adalah manusia modern, kamu tidak hidup di zaman ratusan tahun yang lalu, kamu berhak untuk mendapatkan kebebasan mengatur hidupmu sendiri.

Quote:
9. Tidak berusaha memperbaiki kekuranganmu

Kamu mengetahui kekuranganmu tetapi kamu tidak berusaha untuk memperbaikinya. Kebiasaan dan tingkah laku yang buruk adalah sesuatu yang bisa kamu perbaiki ketika kamu sudah menyadarinya. Jangan selalu memakai alasan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Memang selalu akan ada kekurangan, tidak peduli seberapa keras kamu berusaha. Namun memang itulah tujuan manusia hidup, untuk terus belajar. Live from zero to hero and die still as a hero.

Quote:
10. Membenci kekurangan dan mengabaikan kelebihan dirimu

Manusia yang selalu menghabiskan waktu untuk mengeluh dan komplain mengenai kekurangannya, akan gagal melihat kelebihan yang sebenarnya ada pada dirinya. Bayangkan saja apabila Stevie Wonder dan Andrea Bocelli yang buta, Nick Vujicic yang tidak memiliki tangan dan kaki, atau Stephen Hawking yang syaraf motoriknya tidak berfungsi dengan baik, terus menerus meratapi cacat tubuhnya, apa mereka bisa menjadi figur-figur yang sukses? Tuhan itu adil, Ia tidak akan menciptakan manusia yang tidak bisa melakukan apapun. Manusia pasti memiliki jalan kesuksesannya masing-masing. Sekarang semuanya tergantung dirimu sendiri, sudahkah kamu berhenti mengeluh dan mencoba mengembangkan kelebihanmu?

Quote:

Itu adalah 10 tanda kamu tidak mencintai dirimu sendiri . Ingatlah bahwa kamu adalah sebuah lilin, kamu tidak akan bisa menerangi sekelilingmu apabila kamu sendiri tidak menyala dengan terang. Kamu harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Have a nice day!
SUMBER : Kaskus.us
Kategori:Motivasi, Psikologi

Menunggu dihalte bis…

17 Juli 2011 Tinggalkan komentar

Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bisSebuah bis datang, dan kamu bilang,”Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”

…Kemudian, bis berikutnya datang.Kamu melihatnya dan berkata,”Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu.Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,”Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”.Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu,kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.

Ketika bis kelima datang,kamu sudah tak sabar,kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Moral dari cerita ini :sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar ‘ideal’untuk menjadi pasangan hidupnya.Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita.Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuaikeinginan dia. Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’,

tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti didepan kita.Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.

Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan sopan.Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu,semuanya bergantung pada keputusanmu.Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu,dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti,kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong,kamu sukai dan bisa kamu percayai,dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu,kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut didepanmu,agar dia dapat memberi kesempatan …

 

makasih buat semuanya …yg udh baca😀

Kategori:Motivasi, Psikologi

TUK SANG PENANTI

17 Juli 2011 Tinggalkan komentar

Oleh: Hertin Rachdini

 

Wahai Sang Pemutar Jiwa,

Ingin aku bisikkan padaMu, bahwa

Tak ada makhluk yang dapat ku jadikan tempat mengadu,

Selain Engkau…

Tak ada pula makhluk yang sanggup

Buat hatiku lepas dari gundah

Selain Engkau yang berikan jarak lebih sempit

Antara Engkau dan aku…

 

Wahai Sang Pemilik Nyawaku,

Ku mohon cengkram erat hatiku,

Cegah jiwaku yang semakin kuat terperosok

Jauh pada keputusasaan yang meradang…

 

Wahai Engkau Pemilik Semua Rasa,

Ridhoi aku untuk miliki lagi

Satu rasa untuk  memuja makhlukMu,

Bukan untuk berpaling hati dariMu

Tapi untuk nikmati betapa indah kesedihaan ini

Setelah Engkau ridhoi aku dan dia untuk bersatu

 

Wahai Engkau Yang Bertahta Sejagat Alam

Tolong wujudkan semua bisikkanku ini

 

13 July 2011

 

 

sumber : https://www.facebook.com/note.php?note_id=222751727763958